Postingan

ASESMEN PENGUASAAN KONSEP

Penguasaan konsep dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mendefinisikan kembali suatu obyek berdasarkan karakteristiknya. Penguasaan konsep menjadi perhatian utama karena merupakan indikator bahwa siswa telah memahami dengan baik konsep yang telah diajarkan, bukan sekedar menghafal sehingga dapat digunakan siswa untuk memecahkan masalah. Penguasaan konsep juga merupakan upaya yang harus dilakukan siswa dalam mencatat dan mentransfer kembali sejumlah informasi dari suatu materi pelajaran tertentu yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah, menganalisis, menafsirkan peristiwa tertentu.  Penguasaan konsep adalah bagian dari hasil belajar tentang konsep, prinsip, dan struktur pengetahuan. Dalam mengukur hasil belajar siswa dapat menggunakan asesmen formatif.

PERFORMANCE ASSESSMENT

Dalam pedoman penilaian di sekolah menengah, dinyatakan bahwa tes kinerja adalah tes yang penugasannya disampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan proses penilaiannya dilakukan sejak siswa melakukan persiapan, melaksanakan tugas sampai dengan hasil akhir. Penilaian kinerja pada prinsipnya lebih di tekankan pada proses keterampilan dan kecakapan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi dan lain-lain. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.

TES DIAGNOSTIK MISKONSEPSI

Adanya miskonsepsi akan menghambat siswa dalam penguasaan suatu konsep yang kemudian hal inilah yang menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa. Siswa merupakan tunas harapan masa depan bangsa, kualitas siswa mencerminkan bangsa di masa depan. Dengan demikian permasalahan miskonsepsi yang terjadi pada diri siswa adalah masalah serius untuk segera ditangani, mengingat dampak buruk yang ditimbulkan oleh adanya miskonsepsi. Penanganan miskonsepsi tidak dapat dilakukan secara efektif sebelum miskonsepsi tersebut diketahui secara jelas terlebih dahulu. Adanya miskonsepsi dapat diketahui melalui tes diagnosis dengan menggunakan instrumen atau alat ukur yang mampu mengidentifikasi miskonsepsi. Tes diagnosis dilakukan dengan membuat item-item tes yang diberikan kepada siswa disesuaikan dengan tingkat kemampuannya. Siswa berkemampuan tinggi akan menerima item-item tes yang relatif sukar dan sebaliknya untuk anak berkemampuan rendah. Tes diagnostik digunakan untuk menunjukkan letak kelemahan...

COMPUTER BASED TEST ( CBT )

Pengertian, Mekanisme Pelaksanaan, Kelebihan dan Kekurangan Tes Berbantuan Komputer (CBT) Tes Berbantuan Komputer atau CBT memberikan suatu kemajuan dalam era sekarang ini atau era teknologi dikarenakan memberikan sebuah kegiatan penilaian yang memanfaatkan teknologi.

INSTRUMEN TES

Pengertian, Karakteristik, dan Macam-macam Tes Instrumen merupakan bagian penting dalam melakukan penelitian. Tanpa instrumen, mustahil untuk didapatkan hasil penelitian yang valid. Instrumen digunakan untuk sarana memperoleh data penelitian. Dalam asesmen, instrumen digunakan sebagai alat untuk mengukur apa yang hendak diukur. Instrumen digunakan untuk menilai hasil dari proses pembelajaran. Salah satu jenis instrumen dalam asesmen adalah instrumen tes.

PENGEMBANGAN DAN PEDOMAN IMPLEMENTASI AUTHENTIC ASSESSMENT

Penilaian otentik ( authentic assessment ) didasarkan pada penerapan pengetahuan dan penggunaan keterampilan yang bermakna, kompleks, dan relevan untuk menghasilkan produk atau mensimulasikan aktivitas kehidupan nyata dalam pengaturan dunia nyata daripada dalam pengaturan buatan atau dibuat-buat. Mereka dapat diberikan dalam konteks pengajaran dan dengan mudah dimasukkan ke dalam kegiatan sehari-hari. Berikut adalah makalah yang membahas tentang Pengembangan dan Pedoman Impelementasi Authentic Assessment

ASSESSMENT FOR LEARNING

  AfL ( Assessment for Learning ) adalah bagian dari praktik sehari-hari oleh siswa, guru dan rekan-rekan dalam mencari, merenungkan dan menanggapi informasi dari dialog, demonstrasi dan observasi dengan cara yang meningkatkan pembelajaran yang sedang berlangsung. AfL ( Assessment for Learning ) sangat penting dalam pembelajaran, baik untuk pelajar maupun guru. Selain itu AfL harus menjadi bagian dari perencanaan pengajaran dan pembelajaran yang efektif.