ANALISIS KORELASI PRODUCT MOMENT MENGGUNAKAN SPSS
Cara Analisis Korelasi Product Moment
dengan SPSS
Teknik korelasi Pearson atau korelasi
Product Moment ini digunakan untuk mencari hubungan
dari membuktikan hipotesis hubungan dua
variabel bila data kedua variabel berbentuk
interval atau ratio, dan sumber data dari dua variabel atau lebih adalah sama.
Contoh Kasus:
Berikut disajikan data motivasi
belajar dan prestasi belajar peserta didik
|
Motivasi
(X) |
Prestasi
(Y) |
|
45 |
57 |
|
35 |
43 |
|
50 |
62 |
|
40 |
53 |
|
31 |
44 |
|
28 |
40 |
|
58 |
69 |
|
60 |
73 |
|
68 |
79 |
|
75 |
83 |
Apakah ada korelasi yang positif
antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar peseta didik?
(Gunakan taraf
signifikansi 5%).
Langkah – langkah analisis :
1. Jalankan program SPSS, pilih Variable
View di bagian bawah. Isikan di kolom Name “X” di baris
pertama dan “Y” di baris ke dua. Untuk Decimals ubah semua
menjadi angka 0. Pada bagian Label tulisan Motivasi dan Prestasi.
Pada Measure ganti menjadi Scale.
2. Pilih Data View dan masukan data Motivasi (X) dan Prestasi (Y) yang sudah dipersiapkan tadi ke program SPSS.
3. Selanjutnya dari menu utama SPSS, pilih menu Analyze → Correlate
→ Bivariate
4. Muncul kotak dialog dengan nama Bivariate Correlations. Masukkan variabel Motivasi (X) dan Prestasi (Y) pada kotak Variables. Selanjutnya pada kolom Correlation Coeficient pilih Pearson, lalu untuk kolom “Test of Significant” pilih Two-tailed, dan centang pada Flag Significant Correlations.
5. Selanjutnya klik Options. Pada Statistics centang Means
and standar deviations lalu centang juga Cross-product deviations
and covariance lalu klik Continue.
6. Klik Ok sehingga akan
muncul hasil analisis.
Interpretasi Output Analisis Korelasi
Product Moment
Tabel Output Pertama “Descriptive Statistics”
Tabel Descriptive
Statistics menampilkan hasil analisis statistik deskriptifnya
seperti rata-rata per variabel, standar deviasi, dan jumlah sampel.
Tabel Output Kedua “Correlations”
Hipotesis Penelitian:
H0: Tidak ada hubungan
(korelasi) antara dua variabel.
H1: Ada hubungan
(korelasi) antara dua variabel.
|
Ketentuan |
Jika t hitung < t
tabel, maka Ho diterima. |
1. Berdasarkan Nilai Signifikansi
Sig. (2-tailed): Dari tabel output di atas diketahui nilai Sig. (2-tailed)
antara Motivasi (X) dengan Prestasi (Y) adalah sebesar 0,000 < 0,05 yang
berarti terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Motivasi dengan
variabel Prestasi.
2. Berdasarkan Nilai r hitung (Pearson
Correlations): Diketahui nilali r hitung untuk hubungan Motivasi (X)
dengan Prestasi (Y) adalah sebesar 0,993 > r tabel 0,632, maka dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan atau korelasi antara variabel Motivasi (X)
dengan variabel Prestasi. Karena r hitung Pearson Correlations dalam
analisis ini bernilai positif maka itu artinya hubungan antara kedua variabel
tersebut positif atau dengan kata lain semakin meningkatnya motivasi maka akan
meningkat pula prestasi belajar peserta didik.








Komentar
Posting Komentar